Kamis, 24 Oktober 2019

Cinta Kebudayaan



Petualangan Mencari Kebudayaan Yang Hilang (Naskah Kuno)
Motto
Mengalir maju tampa melihat batu yang menghalagi jalannya.
Sekilas Tentang Petualangan Mencari Naskah Kuno
Sebelum memulai petualangan kami mengumpulkan informasi terlebih dahulu keberadaan Naskah Kuno di pulau Lombok. Selang beberapa hari akhirnya kami mendapatkan informasi yang tepat dan akurat tentang keberadaan Naskah Kuno tersebut. Kami mendapatkan informasi tersebut dari bapak Masriadi orang tua dari salah satu teman kelas saya dan sekaligus satu kelompok dalam petualangan ini.  Akhirnya kami memutuskan untuk berangkat ke KLU untuk memastikan informasi yang kita dapatkan.Pada hari Rabu, 22 Oktober 2019 pukul 16:00 WITA kami berangkat Ke KLU dari mataram menggunakan motor. Karena waktu yang kami ambil sore, jadinya kami memutuskan untuk mengambil jalur terdekat yaitu Gunung Sari, Pusuk dll.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba hujan turun menerpa. Tapi hujan tidak bisa mematahkan semangat dan rasa cinta kami dalam mendapatkan naskah kuno itu. Waktupun tak terasa  singkat, tanpa rasa lelah sama  sekali. Akan tetapi tanpa sadar salah satu dari kami kehilangan jaket dalam perjalanan. Sunggu demi melanjutkan perjalanan dia tidak memperdulikan jaketnya yang hilang demi melanjutkan pertualangan.
Akhitnya kamipun tiba di Sambit Bangkol Dusun Senjajak Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara. Kedatangan kami disambut hanggat oleh keluarga rekan kami. Karna kami sampai pukul 18:30 kami memilih untuk bersih-bersih dan istirahat sejenak.
Sebelum kami memutuskan untuk mendatangi rumah bapak yang memiliki naskah kuno, kami sempatkan diri untuk berdiskusi terlebih dahulu bersma bapak Masriadi. Tiba-tiba lampu mati, sirnahlah sudah harapan kami untuk mendatangin kediaman bapak Sampatahul. Akhirnya kami memutuskan untuk mendatanginya besok pagi. Untuk mengisi kekosongan kami mendiskusikan apa saja yang harus kami tanyakan kepada narasumber. Disini kami saling bertukar pikiran untuk menyatukan pendapat agar wawancaranya berjalan lancar. Setelah sekian lama kamipun selsai merancang strategi.
Tepat pukul 22:15 WITA lampu akhirnya nyala, tampa sadar kami teriak-teriak tidak karuan, terlalu bahagia. Bapak Masriadi mengajak kami berangkat ke tempat Narasumber. Tampa berpikir panjang kamipun berangakat kerumah narasumber yang jaraknya tidak begitu jauh dari kediaman bapak Masriadi. Akhirnya sampailah kami di rumah bapak Sampatahul dan disambut dengan sangat baik.
Sekilas Tentang Naskah Kuno
Tentang Narasumber
Nama                                    : Nursampatul Bayan
Umur                                    : 50 Tahun
Pendidikan terakhir        :SLTA
      .                            


Naskah kuno merupakan sebuah kitap atau takepan yang menjadi pegangan masyarakat sasak sejak dulu. Disebut kitab apabila naskah itu ditulis menggunakan kertas sedangkan naskah yang di tulis di atas dontal disebut takepan (menurut narasaumber).

                     
Bapak Sampatul atau biasa di panggil Puq Cam memiliki banyak jenis takepan dan salinan dari takepan tersebut. Puq Cam tidak pelit ilmu, tanpa sungkan ia menceritakan isi naskah tersebut kepada kami dengan membacakan naskah kuno menggunakan syair bang-bang. Naskah kuno ini ditulis menggunakan kandik dan pemeje. Bahasa yang dipakai adalah bahasa kawi atau jawa kuno.                 

Puq Cam memiliki naskah kuno karna diturunkan secara turun temurun dan masih digunakan dalam acara jikiraan oleh masyarakat sasak terutama di KLU. Puq Cam juga sangat mahir menulis huruf kawi.  
          
Ilmu pengetahuan bisa kita dapatkan dengan sangat mudah karnah perkembangan jaman yang serba modern. Akan tetapi ilmu mengenai kebudayaan dan sejarah yang terkandung dalam takepan tidak mudah kita dapatkan, tanpa kita berusaha untuk mencari-dan mencari karna ilmu ini tidak di ajarkan di sekolah-sekolah. Akan tetapi bisa kita dapatkan berdasarkan keinginan dan kemauan yang timbul dalam hati kita masing-masing untuk mencari tahu.
Demikian petualangan saya dalam mencari keberadaan naskah kuno, untuk lebih lanjut nantikan bloq saya selanjutnya.

Ilmu tidak akan datang menghampiri kita akan tetapi kitalah yang harus menghapiri ilmu.





26 komentar:

  1. Dengan tulisan ini jadi nambah pengetahuan saya
    terima kasih.

    BalasHapus
  2. Massya allah, sangat bermanfaat. Terima kasi udah berbagi cerita 😊

    BalasHapus
  3. menarik dan sangat bermanfaat buat saya

    BalasHapus
  4. Dinantikan kisah selanjutnya

    BalasHapus
  5. Terimakasih untuk responnya. Saya sangat membutukahkan dukungan dari teman-teman semua.

    BalasHapus
  6. Bagus, ditunggu tulisan selanjutnya lenga quc🤭
    Terus berkarya💪

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih. Saya jadi bersemangat ingin mencari terus.

      Hapus
  7. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

    BalasHapus
  8. Bagus banget kak, sanga bermanfaat buat saya
    Izin share kak yaa

    BalasHapus
  9. Terima kasih telah berbagi pengetahuan

    BalasHapus
  10. mantap. ditunggu tulisan selanjutnya

    BalasHapus
  11. Terima kasih, berkat artikel ini ilmu saya bertambah.

    BalasHapus