Kebudayaan adalah sesuatu yang
akan memengaruhi tingkat pengetahuan,
dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia
sehingga dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kebuyaan yang ada di Lombok
Utara yang masih ada dan tersimpan rapi oleh seseorng yang masih
mempertahannkannya. Salah satunya adalah Naskah Kuno. Naskah kuno adalah benda budaya yang merekam
informasi dan pengetahuan masyarakat lampau yang di turunkan secara turun
temurun semenjak dulu sampai sekarang ini.
Warisan budaya berupa naskah kuno tersebut bermacam-macam bentuknya dan
tersebar di seluruh Indonesia, di tulis dengan berbagai bahasa dan aksara.
Ada 5
jenis naskah kuno di KLU yang di miliki Bapak Nursampatahul Bayan, yaitu :
1. Bayan
Alif
2. Doyan
Mangan
3. Amar
Hukum
4. Prudaksina
5. Inder
Jaya
Dari blog
yang sebelumnya di ceritakan tentang perjalan kami mencari tepat keberadaan
Naskah Kuno tersebut. Selanjutnya kita mulai menanyakan tetang hal-hal yang
tidak semua orang mengetahui dan berani melakukannya. Pada hari Sabtu, 9
November 2019 kami berangkat dari Mataram ke KLU pukul 16.00. Sama seperti
perjalanan yang pertama kami nyampe sebelum magrib. Hal yang sama terulang lagi
yaitu mati lampu. Kenapa di saat kami ke KLU pasti mati lampu. Setelah
beristirah dan bersih-bersih kamipun memulai diskusi sembari menunggu lampunya
nyala.
Harapan yang
di inginkan bisa tercapai. Lampu akhirnya nyala dan kami bergeser ke rumah Puq
Cam. Setelah menjelaskan tujuan kami datang kembali kepada beliau, akhirnya di
terima. Akan tetapi hal tidak terduga muncul. Puc Cam tidak menjelaskan tentang
nyeput dan tradisinya. Ketika di jelaskan oleh beberapa anggota dan bapak Masriadi
beliau mengatakan bahwa dia telah melakukan nyeput dengan cara meramal
nama-nama dari beberaa orang kelompok kami. Kamipun hnya mendengarkan Puq Cam
yang membacakan Naskah Kuno tersebut dengan begitu merdu menggunakan lagu
dang-dang. Waktupun berlalu begitu cepat
kami bergeser dari rumah Puq Cam ke rumah bapak Masriadi.
Walaupun kami
tidak di kasus nyeput, akan tetapi ada salah seorang dari 10 orang yang ikut
itu pernah nyeput. Berdasarkan pernyataan saudari Ningsih dia melakukan nyeput
di Kuripan Lombok Barat. Ia diminta untuk mengosongkan pikiran dan kuatkan niat
untuk melaksanakan nyeput. Ketika hal demikian sudah dilakukan selanjutnya
penyeput memejamkan mata dan memilih salah satu daun duntal dalam kumpulan
naskah kuno.
Itulah pernyataan nyeput dari salah
satu kelompok kami di Kuripan Lombok Barat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi
kita semua. Jangan pernah merasa bosan dan lelah dalam mencari dan memburu ilmu
yang mulai hilang dalam kalangan anak muda sekarang.
Sekian dan terima kasih.


Waaahhh makin nambah ilmu sya baca postingan ini..terimakasih udh di post kak
BalasHapus